Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Nama Sekolah : MI WS Pekajangan
Kelas / Semester : VI / 1
Mapel : IPA
Alokasi Waktu : 2 X 35
A. Standar Kompetensi
6. Memahami faktor penyebab perubahan benda.
B. Kompetensi Dasar
6.1. Menjelaskan faktor-faktor penyebab perubahan benda (Pelapukan,perkaratan,pembusukan).
C. Indikator
Kognitif produk
· Menjelaskan
berdasarkan hasil pengamatan bahwa tingkat perubahan bahan benda
dipengaruhi oleh berbagai kondisi, misalnya suhu, kelembaban, ada
tidaknya kuman dan waktu.
· Menyebutkan
perubahan pada benda berdasarkan factor yang mempengaruhinya, misalnya
pelapukan kayu akibat proses pembusukan, pembusukan, perkaratan akibat
kelembaban dan pembusukan akibat proses penguraian.
· Memberikan contoh perubahan pada benda berdasarkan factor yang mempengaruhinya
Kognitif proses
· Menggaris bawahi kata-kata penting dalam perubahan benda
· Membedakan perubahan pada benda berdasarkan factor yang mempengaruhinnya
· Mengklasifikasi jenis-jenis perubahan pada benda
· Membuat hipotesis
· Membuat sinpulan
· Membuat peta konsep tentang perubahan pada benda
Psikomotor
· Melakukan percobaan untuk menyelidiki perubahan pada benda
Afektif
· Melakukan komunikasi : presentasi, bertanya, dan berpendapat
· Melakukan kerjasama
D. Tujuan Pembelajaran
Pengetahuan Produk
· Dengan
tanpa membuka buku siswa dapat menjelaskan hasil pengamatan bahwa
tingkat perubahan bahan benda dipengaruhi oleh berbagai kondisi,
misalnya suhu, kelembaban, ada tidaknya kuman dan waktu.
· Dengan
diberikan gambar perubahan benda, siswa dapat Menyebutkan perubahan
pada benda berdasarkan factor yang mempengaruhinya, misalnya pelapukan
kayu akibat proses pembusukan, pembusukan, perkaratan akibat kelembaban
dan pembusukan akibat proses penguraian
· Dengan tanpa membuka buku siswa dapat menyebutkan dua contoh perubahan lingkungan
Pengetahuan proses
· Dengan diberikan bacaan tentang perubahan benda siswa dapat menggaris bawahi kata-kata penting dalam perubahan benda
· Dengan
diberikan gambar berbagai macam perubahan benda siswa dapat membedakan
perubahan pada benda berdasarkan factor yang mempengaruhinnya
· Dengan diberikan masalah siswa dapat merumuskan hipotesis yang sesuai
· Dengan diberikan data hasil percobaan siswa dapat membuat kesimpulan
· Dengan diberikan bagan peta konsep siswa dapat melengkapi isian peta konsep tentang berbagai perubahan benda
Psikomotor
· Dengan diberikan alat dan bahan, siswa dapat melakukan percobaan untuk menyelidiki perubahan pada benda
Afektif
· Dengan
terlibat aktif dalam pembelajaran, siswa dapat melakukan komunikasi
dengan benar dan santun yang meliputi presentasi, bertanya, berpendapat
· Dengan terlibat secara aktif dalam penbelajaran siswa dapat melakukan kerjasama dengan baik dalam kelompok
E. Materi Pembelajaran
A. PERUBAHAN PADA BENDA

1. PERKARATAN
Perhatikan kembali hasil pengamatan kalian. Paku adalah logam. Pada awalnya paku berwarna hitam mengilap. Setelah seminggu, paku berubah warna.
Paku dalam botol mana sajakah yang berubah warna? Paku berubah warna
karena adanya oksigen. Pada botol yang berisi air, paku akan berubah
warna. Begitu juga botol yang tidak ditutup atauyang berisi udara dan
air. Udara mengandung oksigen. Di dalam air juga terdapat oksigen yang
terlarut di dalam air. Oksigen inilah yang menyebabkan paku berubah
warna. Perubahan warna pada paku ini disebut perkaratan (korosi).
Perkaratan dapat terjadi pada logam. Perkaratan ditandai dengan
bercak-bercak berwarna kuning kecokelatan. Perkaratan terjadi karena
adanya reaksi antara logam dan oksigen. Reaksi ini dinamakan reaksi
oksidasi. Reaksi oksidasi membentuk karat (besi oksida). Sebagian besar
reaksi oksidasi terjadi di udara lembap.Logam mengalami perkaratan
karena sifatnya yang mudah teroksidasi. Logam yang dapat berkarat
contohnya seng, besi, dan baja. Perkaratan pada logam bersifat
merugikan. Logam menjadi rapuh dan rusak. Oleh karena itu, perkaratan
pada logam perlu dicegah. Salah satunya dengan cara pengecatan. Cat
menutupi permukaan logam sehingga tidak terkena udara. Dengan begitu,
udara tidak dapat merusak logam. Perhatikanlah pagar-pagar besi yang ada
di sekitar kalian. Tahukah kalian mengapa pagar-pagar besi itu dicat?
Cat membuat pagar terlihat indah. Selain itu, cat dapat mencegah
perkaratan pada pagar besi. Akan tetapi, perkaratan dapat terjadi jika
cat mengelupas. Oleh karena itu, orang biasa nya melakukan pengecatan ulang. Apalagi jika sudah banyak cat yang mengelupas.Selain itu, perkaratan dapat dicegah dengan cara
lain.
Logam dapat dilapisi dengan plastik. Plastik merupakan bahan antikarat.
Perkaratan logam dapat dicegah selama lapisan plastik tidak rusak.
Logam juga dapat dilapisi dengan logam lain yang lebih tahan karat.
Contohnya, krom, emas, dan timah. Timah digunakan untuk melapisi bagian
dalam kaleng makanan. Bagian tersebut menjadi mengilap
2. PELAPUKAN
Benda
yang umumnya mengalami pelapukan adalah kayu. Namun, batuan yang keras
pun dapat mengalami pelapukan. Pelapukan disebabkan oleh kondisi
lingkungan seperti udara yang lembap dan kandungan air yang banyak.
Kehadiran makhluk hidup yang lain, seperti rayap dapat mempercepat
pelapukan.
Rayap
memakan kayu dengan cara melubangi kayu. Kayu yang berlubang-lubang
menyebabkan air dapat masuk sehingga mempercepat pelapukan. Kayu yang
melapuk dapat juga disebabkan oleh jamur dan lumut yang tumbuh
atasnya.Pelapukan pada kayu dapat dicegah dengan cara melapisi kayu
dengan cat dan pernis. Dengan cara tersebut dapat menutupi celah-celah
yang terdapat dalam kayu. Beberapa pengusaha kayu merendam kayu dalam
lumpur agar menutup pori-pori dalam kayu.
3. PEMBUSUKAN
Pembusukan
umumnya terjadi pada bahan makanan. Penyebab pembusukan adalah karena
adanya makhluk hidup yang berukuran sangat kecil, seperti bakteri dan
jamur. Jamur merupakan penyebab yang utama dari pembusukan. Jamur akan
mudah berkembang pada keadaan lingkungan yang lembab. Jika kondisi
lingkungan lembap dan banyak air, jamur akan tumbuh dengan subur. Selain
itu, jamur tumbuh dengan pesat di tempat yang memiliki suhu yang
hangat, tidak terlalu dingin. Dengan kondisi demikian, akan mempercepat
pembusukan.Kandungan air yang terlalu banyak dalam bahan makanan
menyebabkan pembusukan lebih mudah terjadi. Jamur dan bakteri penyebab
pembusukan akan tumbuh berkembang dengan cepat jika banyak udara.
B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan pada Benda
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan pada benda, yaitu suhu, kelembapan, waktu, dan kuman.
1. Suhu
Suhu dingin ataupun panas dapat mempengaruhi perubahan pada benda.
a. Suhu dingin
Mengapa
daging, sayuran, dan buah-buahan biasanya disimpan di lemari es? Dalam
keadaan suhu rendah, jamur atau bakteri tidak dapat bekerja dengan aktif
sehingga menghambat proses pembusukan. Bolehkah menyimpan sayuran atau
buah-buahan di bagian kulkas tempat menyimpan daging? Untuk
mengetahuinya. Coba di rumah simpan sayuran dan buah, amati setelah satu
atau dua hari di tempat menyimpan daging? Bagaimana keadaan sayuran dan
buah tersebut? Di dalam lemari es, bagian untuk membuat es suhunya
sangat rendah sehingga tidak baik untuk menyimpan sayuran dan
buah-buahan.
b. Suhu panas
Apa
yang terjadi jika permen atau mentega disimpan di tempat yangpanas?
Makanan dan obat-obatan tidak baik disimpan pada suhu yangpanas. Mengapa
demikian?Perubahan benda akibat suhu diterapkan juga dalam teknologi pemasangan rel kereta api, kaca jendela, dan kawat listrik. Mengapa sambunganrel kereta api dipasang agak renggang?Rel yang terbuat dari baja akan memuai jika kena panas, untuk itu maka disediakan ruang pada sambungan antarrel. Jika tidak ada ruang, pada saat memuai akan saling mendorong sehingga rel akan melengkung.Dapatkah kereta api berjalan jika ada rel yang melengkung?
Coba
amati kaca jendela. Kaca selalu dibuat agak lebih kecil daripada
bingkainya. Jika dipanaskan, kaca akan memuai.Ukurannya bisa lebih besar
daripada bingkainya sehingga kaca bisa pecah. Selainitu, kalau
bingkainya terbuat dari kayu bisamenyusut sehingga kaca dapat
pecah.Mengapa kawat telepon atau kawat listriksepanjang jalan raya
dibuat agak kendor?Diskusikan jawabannya dengan teman-teman. Benda
yangdipanaskan dapat memuai. Benda-benda yang didinginkan selain menjadi pendek, juga menjadi tipis dan sempit. Hal ini disebut menyusut.
2. Kelembapan
Di
mana beras disimpan di rumahmu? Beras disimpan di tempat yang kering
untuk menghindari udara lembap. Udara lembap mengandung uap air yang
menyebabkan beras mengalami kerusakan. Jika kita amati dinding pada
tempat yang lembap, biasanya tumbuh noda-noda hitam atau cokelat. Makin
lembap, dinding makin cepat lapuk dan mengelupas. Benda-benda dari kulit
apabila disimpan di tempat lembap akan mudah berjamur. Begitu juga
pisau besi yang disimpan di tempat lembap akan cepat
berkarat.Berdasarkan pengamatan ini, kelembapan dapat mempercepat
pelapukan, pembusukan, juga perkaratan. Mengapa ikan asin
sebelumdisimpan dijemur dahulu?
3. Waktu
Jika
kita amati, pada nasi yang sudah basi sering terlihat ada warnakuning.
Warna kuning itu menunjukkan adanya jamur. Semakin lamadibiarkan, jamur
pada nasi semakin banyak. Nasi lama-lama akan berairdan semakin bau.
4. Kuman
Makanan
sebelum diolah umumnya dimasak dahulu pada suhu tertentu. Kuman akan
mati pada suhu yang tinggi atau sangat rendah.Pemanasan yang sesuai pada
saat mengolah makanan akan menghambat proses pembusukan. Begitu juga
dengan pendinginan. Menghilangkan kuman pada makanan bisa juga dengan
cara kimia, yaitu dengan memberikan ozon pada makanan terutama pada
makanan kaleng atau kemasan. Jika tidak ada kuman, makanan akan tahan
lama. Mengapa air minum harus dididihkan dahulu? Bahan makanan, seperti
daging, beras, telur juga makanan yang sudah dimasak, dan minuman
merupakan keperluan utama untuk hidup. Oleh karena itu, harus disimpan
dengan baik agar tidak mengalami pembusukan. Kalau sudah busuk makanan
menjadi terbuang sia-sia. Padahal makanan tersebut sudah dibeli. Selain
itu, masih banyak orang yang kekurangan makanan. Bagaimana caranya
supaya makanan tahan lama?
F. Langkah-langkah kegiatan Pembelajaran
· Kegiatan Awal
Ø Berdoa
Ø Presensi
Ø Apersepsi
Ø Pemberian motivasi
· Kegiatan Inti
Ø Eksplorsi
v Guru menanyakan hal yang berkaitan dengan materi yang akan di ajarkan,dengan menceritakan cerita yang biasa ada pada kehidupan sehari-hari siswa.
Ø Elaborasi
v Siswa di berikan pemahaman mengenai materi yang akan di ajarkan.
v Siswa di perkenalkan media yang telah di buat.
v Siswa di ajak berperan aktif dalam pelaksanaan media
v Siswa di ajak Tanya jawab tentang materi yang di pelajari
Ø Konfirmasi
v Adanya sesi pertanyaan dari siswa mengenai mata pelajaran yang belum dimengerti
v Guru
bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahpahaman mengenai materi
yang dipelajari dan memberikan penguatan dan penyimpulan materi
v Pemberian Lembar Kerja Siswa (LKS)
· Kegiatan Akhir
v Bersama-sama dengan siswa dan atau sendiri membuat rangkuman atau kesimpulan pelajaran
v Menanyakan hal yang masih belum di pahami oleh siswa.
v Mengerjakan lembar evaluasi
G. Sumber, Metoda dan Media
· Sumber
v Yayat Ibayati,Sri Anggraeni,Lilis.2008. Ilmu Pengetahuan Alam 4 . Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
v Hery Sulistiyanto,Edy Wiyono.2008. Ilmu Pengetahuan Alam 4 . Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
· Metoda
v Diskusi
v Pengamtan / observasi
v Ceramah
v Tanya jawab
· Media
v Media Gambar.
H. Penilaian
· Prosedur Tes : Tes Akhir
· Bentuk Tes : Uraian
Mengetahui : Dukuhwaluh, 17 Oktober 2016
Kepala Sekolah Guru Kelas
Moh. Ismawan, S.Ag. Moh. Roziqin
LEMBAR EVALUASI SISWA
Nama :
Kelas :
No :
A. Berilah tanda silang (X) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!
1. Adanya bakteri dan jamur yang menempel pada bahan makanan
menyebabkan makanan menjadi ....
a. cepat matang c.cepat busuk
b. cepat kering d. semakin enak
2. Jamur cepat tumbuh pada lingkungan yang ....
a. lembab dan banyak air c. dingin
b. panas d. panas dan dingin
3. Berikut yang bukan cara pengawetan bahan makanan adalah ....
a. pengeringan c. penambahan bahan pengawet
b. menyimpannya dalam lemari es d. dibiarkan pada suhu terbuka
4. Berikut cara pengawetan ikan yang dapat dilakukan, kecuali ....
a. diasinkan c. dikeringkan
b. dicuci d. pengasapan
5. Agar buah lebih awet dan tahan lama sebaiknya diawetkan dengan cara ....
a. dibuat manisan c. diasinkan
b. dijemur d. pengasapan
6. Hewan yang suka memakan kayu dengan cara melubangi kayu adalah ....
a. rapap c. lalat
b. lebah d. cacing
7. Pencegahan pelapukan kayu dilakukan dengan cara ....
a. ditaburi garam c. pengecatan
b. dijemur d. diangin-anginkan
8. Besi yang terkena udara terbuka akan cepat mengalami ....
a. pencerahan warna c. perubahan bentuk
b. pelapukan d. perkaratan
9. Perkaratan lebih cepat terjadi pada lingkungan ....
a. basah c. panas
b. kering d. cerah
10. Berikut adalah ciri-ciri besi yang berkarat, kecuali ....
a. mudah patah
b. warna berubah menjadi cokelat kehitaman
c. mengkilap
d. rapuh
B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya pembusukan adalah ....
2. Tujuan pemberian garam pada proses pengawetan ikan adalah untuk ....
3. Jamur dan bakteri pada makanan menyebabkan ....
4. Kayu yang terkena air akan cepat menjadi ....
5. Besi yang berkarat biasanya akan menjadi berwarna ....
C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas!
1. Jelaskan tujuan merendam kayu dalam lumpur!
2. Jelaskan mengapa kapal laut menjadi lebih cepat berkarat dibandingkan
mobil!
3. Apa tujuan nelayan menjemur ikan dan memberi garam pada ikan hasil
tangkapannya?
4. Tuliskan peran makhluk hidup dalam pembusukan dan pelapukan!
5. Mengapa kayu dilapisi dengan cat atau pernis?
LKS
LEMBAR KERJA SISWA
Nama :
No :
Berilah tanda (√) pada jawaban yang tepat.
|
NO
|
NAMA BENDA/JENIS KEJADIAN
|
JENIS PERUBAHAN BENDA
| ||
|
PELAPUKAN
|
PERKARATAN
|
PEMBUSUKAN
| ||
|
1
| ![]() | | | |
|
2
| ![]() | | | |
|
3
| ![]() | | | |
|
4
| ![]() | | | |
|
5
| ![]() | | | |





Tidak ada komentar:
Posting Komentar